Selasa, 12 Desember 2017Sport Tourism Paragliding Sawahlunto - Kabarita.co | Situs Berita Terpercaya SawahluntoKabarita.co | Situs Berita Terpercaya Sawahlunto
Ketua FASI Sawahlunto di sela-sela Paragliding Competition

Sport Tourism Paragliding Sawahlunto

SAWAHLUNTO – Kondisi geografis dengan kontur berbukit, ternyata memberikan nilai lebih bagi Sawahlunto. Setidaknya itu ditujukan dengan berkembangnya olahraga udara paralayang yang dikemas menjadi sebuah wisata, dengan memanfaatkan kawasan perbukitan sebagai sebuah potensi. Lihat saja, kawasan Puncak Poland yang berada tepat di sisi timur Sawahlunto, kini telah menjadi titik start bagi pecandu olahraga udara paragliding, terbang dengan bantuan parasut menikmati keindahan alam dari atas udara.

Dengan ketinggian yang mencapai 350 meter dari titik landing hingga take off, pecinta olahraga paralayang ini, bisa berputar mengitari pusat Sawahlunto, setidaknya dalam hitungan 3 hingga 6 menit. Itu jika dalam kondisi cuaca dan udara yang kurang bersahabat. Ketika pecinta olahraga udara paragliding, yang tergabung dalam Federasi Aero Sport Seluruh Indonesia (FASI) Sawahlunto itu, mendapatkan cuaca yang bagus, mereka justru bisa berkeliling antara 30 menit hingga satu jam. “Tergantung dengan cuaca.

Ketika cuaca sedang bagus dan mendukung, kita bisa menikmati mengelilingi Sawahlunto hingga satu jam,” ujar Ketua Pengurus Cabang FASI Sawahlunto, Jamhur Dt Palindih Nan Sati. Nyali memang menjadi modal utama, bagi pecinta paralayang untuk dapat menikmati olahraga udara paralayang. Sebagai langkah awal, mereka yang ingin mencoba, dapat melakukan terbang tandem dengan mereka yang telah memiliki lisensi. Ketika meluncur dari Puncak Poland ini, paraglider akan disuguhi dengan pesona keindahan pusat kota.

Beragam bangunan tua tampak jelas terlihat dari atas udara ‘Kota Tua’. Deretan rumah-rumah bekas karyawan Tambang Batubara Ombilin (TBO), masih berbaris rapi, begitu pula dengan bangunan kantor perusahaan yang kini berada di bawah bendera PT. Bukit Asam, menonjol dengan dominan warna orange. Sedikit ke arah barat, tiga silinder besar, yang dulunya berfungsi mengisi gerbong-gerbong kereta api pengangkut batu bara, juga tampak jelas dari udara. Begitu mengarah ke selatan, terlihat bekas bangun PLTU, yang kini berubah menjadi Mesjid Agung Nurul Islam, mesjid terbesar di Kota Sawahlunto. Berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota menuju arah Kecamatan Talawi.

Pecinta paragliding juga bisa menikmati keindahan Puncak Guguak Nan Gadang Desa Batu Tanjung. Tak sulit untuk menemukan lokasinya karena sudah terdapat papan petunjuk yang mengarahkan ke lokasi. Selain itu, tempat wisata ini juga cukup mudah untuk dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Untuk sampai ke atas puncak bukit, pengujung memang harus menghadapi jalan menajak. Meski demikian, dengan menggunakan kendaraan medan berat, wisatawan hanya butuh sekitar 30 menit untuk sampai ke pucak.

Perjalanan tak akan terasa melelahkan, karena akan disuguhi udara yang sejuk dengan pemandangan alam yang indah. Berbeda dengan Puncak Poland, begitu meluncur dari Puncak Guguak Nan Gadang Batu Tanjung, paraglider disuguhkan pesona keindahan alam. Sawah-sawah dan alam hijau lainnya.

Beberapa waktu lalu, dalam memeriahkan HUT Sawahlunto, puluhan paraglider lokal, nasional dan internasional mengikuti iven bertajuk Sawahlunto Paragliding Competition. Keindahan kedua arena paragliding tersebut memang sangat memikat. Tidak hanya wisatawan lokal dan nasional, namun wisatawan mancanegara sudah berulang kali datang dan berpetualang di atas udara keduanya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *