Senin, 16 Juli 2018Simulasi Pengamanan Pilkada Sawahlunto Digelar - Kabarita.co | Situs Berita Terpercaya SawahluntoKabarita.co | Situs Berita Terpercaya Sawahlunto
Simulasi Pengamanan Pilkada Sawahlunto

Simulasi Pengamanan Pilkada Sawahlunto Digelar

KANDI – Tidak kurang dari lima ratus personil dari berbagai instansi ambil bagian dalam simulasi pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Sawahlunto 2018.

Personil yang terlibat dalam simulasi yang digelar di depan Kantor Pengadilan Negeri Sawahlunto, di kawasan Kandi itu terdiri dari polisi, TNI, Dinas Perhubungan, Linmas, hingga Komisi Pemilihan Umum.

Simulasi dimulai dengan pengamanan dalam tahapan deklarasi bakal pasangan calon,  tahap penetapan pasangan calon, kampanye dan diakhiri dengan simulasi kerusuhan saat pemungutan suara.

Saat tahapan pemungutan suara, terlihat massa yang tidak setuju dengan keputusan KPU yang tidak membolehkan warga untuk memilih karena waktu habis. Massa yang telah ramai memberontak hingga hilang kendali dan bentrokanpun terjadi.

Simulasi dibuat senyata mungkin dengan mempraktekkan aksi perkelahian, letusan gas air mata, bentrokan antara masa dengan Polisi hingga Kelengkapan mobil pengamanan yang menembakkan air pada masa untuk pembubaran.

Kapolres Sawahlunto, AKBP Zamrony Wibowo mengungkapkan, setidaknya 500 personil dari berbagai instansi dikerahkan dalam pengamanan Pilkada serentak 2018 ini.

”Kita melakukan simulasi ini Supaya saat pilkada berlangsung polisi dan semua pihak terkait tidak canggung dengan apa yang dilakukan dalam  kesuksesan pemilu tahap demi tahap,” ujar Zamroni.

Kericuhan yang dipraktekkan bermaksud untuk menggambarkan pada masyarakat supaya tidak adanya kerusuhan saat Pilkada berlangsung.

”Jika memang terjadi, semua pihak baik Polisi maupun TNI telah siap menangani dengan kelengkapan peralatan yang telah disediakan. Aktor atau dalang kericuhan juga akan diamankan dengan proses kepolisian,” ujarnya.

Dandim 0310 SSD, Letkol Inf. Irvan Yusri menyebutkan menurunkan 150 orang Pesonil TNI dalam pengamanan Pilkada Sawahlunto.

”Kami mengerahkan personil ini baik itu sebelum, selama dan sesudah pemilu berlangsung dan jika memang terjadi kerusuhan kami akan langsung turun tangan dalam pengamanan tanpa ada perintah,” sebutnya. ,”(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *