Selasa, 12 Desember 2017Sawahlunto Miliki Danau Bacan - Kabarita.co | Situs Berita Terpercaya SawahluntoKabarita.co | Situs Berita Terpercaya Sawahlunto
Wako Ali Yusuf bersama pengunjung di Danau Bacan Sawahlunto

Sawahlunto Miliki Danau Bacan

SAWAHLUNTO – Memiliki warna biru kehijauan, danau bekas tambang batubara di kawasan Tae Tae Dusun Lurah Basuang, Desa Tumpuk Tangah, Kecamatan Talawi Sawahlunto ini dinamai warga sekitar sebagai Danau Bacan. Selain warnanya yang memang identik dengan warna batu akik bacan yang berasal dari Pulau Bacan Ternate, penamaan bacan terhadap danau seluas lebih kurang lima hektar itu, berasal dari singkatan bagus dan cantik.

Kawasan Danau Bacan Sawahlunto berada sekitar 12 kilometer dari pusat kota. Mengarah ke timur dari perempatan Simpang Napar menuju kawasan Perambahan, kita dapat menemukannya dengan menempuh jarak lebih kurang 6 kilometer. Jika berminat untuk menikmati pesona Danau Bacan Sawahlunto, sebaiknya dilakukan di luar musim hujan. Sebab, untuk mencapai kawasan tersebut, wisatawan masih menempuh jalan tanah bercadas. Namun demikian, jalan tanah ke kawasan pertambangan tersebut terbilang sangat keras dan layak untuk dilalui berbagai kendaraan, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Meski publikasi dan promosi danau yang berada di kawasan tambang batubara tersebut, hanya dari mulut ke mulut serta media sosial, namun tidak sedikit wisatawan yang berkunjung. “Memang dalam beberapa pekan terakhir, kunjungan dari masyarakat luar Sawahlunto terbilang sangat banyak. Mungkin mereka tahu dari media sosial,” ujar Remendra (37), salah seorang warga masyarakat Talawi ‘Kota Arang’. Kunjungan wisatawan dirasakan ketika akhir pekan datang. Wisatawan dengan kendaraan berplat nomor luar Sawahlunto terbilang sangat banyak.

Jika dihitung lebih dari dua ratus wisatawan datang di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Mereka yang datang, kebanyakan untuk sekedar berpose membelakangi danau berwarna biru kehijauan tersebut. “Saya lihat di media sosial, warna danaunya terbilang lain dengan danau pada umumnya,” ujar Hendri (27), wisatawan asal Kabupaten Sijunjung, yang datang dengan sepeda motor bersama beberapa rekannya. Tidak hanya Hendri, Ruben dari Travel Wisata Gemilang Indonesia, yang sengaja datang melihat potensi wisata Sawahlunto mengatakan, pesona alam Danau Bacan Sawahlunto, sangat bagus untuk ditawarkan ke wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tinggal bagaimana mengemas kawasan Danau Bacan, dengan melengkapi sarana prasarana penunjang. Mulai dari fasilitas jalan, penunjuk arah, gazebo, areal parkir, hingga MCK. “Kami sangat tertarik dengan wisata Sawahlunto. Baik untuk danau Bacan sendiri, maupun beberapa wisata sejarah, dan kami akan membuat paket wisata yang akan dijual ke wisatawan,” ujar Ruben. Di balik warna biru kehijauan yang mewarnai Danau Bacan, menurut warga setempat, warna danau tidak hanya biru hijauan.

Tatkala, warna danau juga bisa berubah menjadi merah, biru, hingga kuning. Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf mengungkapkan, kawasan bekas tambang batubara Sawahlunto memang menyimpan banyak potensi. Setelah batubara diambil dari perut bumi, kawasan tambang terbuka justru berubah menjadi danau. Jika di kawasan Kandih ada Danau Tandikek dan Danau Kandih yang juga berasal dari bekas tambang terbuka, kini di kawasan Tae Tae Desa Tumpuk Tangah hadir Danau Bacan dengan warnanya yang khas.

Bagi Ali Yusuf, Danau Bacan akan menjadi ikon wisata Sawahlunto, yang sesuai dengan visi menjadi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya, dengan memanfaatkan kawasan bekas tambang itu sendiri.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *