Senin, 23 April 2018Jokowi Bersimpuh di Makam M Yamin - Kabarita.co | Situs Berita Terpercaya SawahluntoKabarita.co | Situs Berita Terpercaya Sawahlunto
Jokowi Bersimpuh di Makam M Yamin

Jokowi Bersimpuh di Makam M Yamin

TALAWI – Pelataran makam Mahaputra Muhammad Yamin penuh sesak dikerumuni masyarakat, Kamis (8/2). Tepat di depan makam, tampak Presiden RI, Joko Widodo bersama Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, keduanya duduk bersimpuh berdoa dengan khusyuk.

Berziarah ke makam Muhammad Yamin menjadi salah satu rangkaian penting dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sawahlunto, setelah mengunjungi kediaman Tokoh Pers Nasional Djamaloedin Adinegoro, yang tidak lain merupakan saudara Muhammad Yamin.

Bagi Joko Widodo yang berkunjung didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo, semangat perjuangan Muhammad Yamin dan Adinegoro harus tertanam dan dimiliki generasi muda Sawahlunto, Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya.

Dalam kunjungan ke kediaman Djamaloedin Adinegoro, Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah milik keluarga Djamaloedin Adinegoro, serta mendukung rencana pembangunan museum Adinegoro.

Kunjungan Presiden yang pertama kali terjadi ke Kota Sawahlunto sejak bangsa ini merdeka, tidak disia-siakan Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, dengan menyampaikan beberapa langkah penting dan kemudian diajukan dalam proposal langsung kepada presiden.

Enam poin penting yang dibalut dalam proposal yang dibubuhi lambang garuda emas itu menyangkut, permohonan sertifikasi atas 1.825 petak tanah yang ditempati masyarakat selama lebih dari 50 tahun, yang hingga saat ini masih harus membayar sewa kepada PT. Bukit Asam.

”Harapan kita kepada Bapak presiden agar dapat membantu, supaya tanah yang ditempati masyarakat yang telah lebih dari 50 tahun itu, dapat dimiliki masyarakat,” ungkap Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, di sela-sela kunjungan Presiden Jokowi.

Poin kedua masih terkait dengan sertifikasi atas lahan yang telah diserahkan PT. Bukit Asam, yang dijadikan lokasi perkantoran dan kawasan wisata. Dimana saat ini, proses administrasi telah sampai di Badan Pertanahan Nasional sejak tahun 2011 lalu.

Permohonan selanjutnya dukungan Presiden dalam mempercepat pelaksanaan program Sister City, berupa kerja sama dengan pemerintahan Den Haag Belanda. Dimana Sawahlunto dengan Den Haag memiliki begitu banyak kesamaan peninggalan bersejarah.

Proses administrasi program Sister City sendiri juga telah sampai ke Kementerian Dalam Negeri dan kementerian Luar Negeri RI. Dalam proposal itu, Pemerintah Sawahlunto juga bermohon untuk pengalihan asset PT. Bukit Asam yang tidak termanfaatkan.

”Asset yang saat ini dipakai Pemerintah Sawahlunto merupakan milik PT. Bukit Asam (Persero), yang menurut kami asset tersebut tidak termanfaatkan, dengan menyewanya. Untuk itu kita memohon kepada Bapak Presiden untuk mengalihkannya dan dikuasai Pemerintah Sawahlunto,” kata Ali Yusuf.

Permohonan kelima terkait pengembangan lima pasar tradisional yang berada di kawasan lintas Sumatera. Pemerintah Sawahlunto mengajukan permohonan sebesar Rp15 miliar untuk pengembangan kelima pasar tersebut.

Sedangkan permohonan terakhir terkait revitalisasi Makam Mohammad Yamin, yang masih membutuhkan penyelesaian beberapa item pekerjaan. Untuk revitalisasi makam tersebut, pemerintah mengajukan Rp8 miliar.(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *